This is a story about a man who want to see a sign from Allah. He learned all about spiritual proofs and scientific proofs but that does not satisfied him yet, so one night, in front of his window, liting a candle with the Quran on his 2 hands and he begins to read..
few moments later, he stops reading and waiting patiently the sign showed by Allah.
"I just need a little sign, not huge, maybe a bolter blightly, or.. a house falls down.. just something.."
so he sits down and says "GO"
Well, not his luck, nothing happen and he is very disappointed.
"Allah, this is your chance, I'm here, I'm not going anywhere."
Yet he's still waiting and keep waiting.. Nothing happen.
But still, he thinks that Allah might has it own reason.
"Ok². Maybe you're busy, there is daytime at the other side of the world, all of the stuff going on.. so I don't care, just anything.. Go.."
Well, nothing happen, not even his candle liting up high just like in the movie.
So he's so disappointed. His last chance has burn away. No particular sign happen in front of him.
So he sit back and try to read Quran again... when he read the next verse at the page..
Subhanallah.
إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ (١٩٠) ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمً۬ا وَقُعُودً۬ا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَڪَّرُونَ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلاً۬ سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (١٩١)
Verily! In the creation of the heavens and the earth, and in the alternation of night and day, there are indeed signs for men of understanding. (190) Those who remember Allâh (always, and in prayers) standing, sitting, and lying down on their sides, and think deeply about the creation of the heavens and the earth, (saying): "Our Lord! You have not created (all) this without purpose, glory to You! (Exalted are You above all that they associate with You as partners). Give us salvation from the torment of the Fire. (191)
Ali Imran (190-191)
And now he's understand. Allah never disappoint him. He not realize that everyday Allah always show him the signs. Everyday, every night, every moment. So same for us too who always demand Allah for the signs. look around us, does all this had not satisfied us yet?
a story of Rubben (Abu Bakr)
Tahukah anda, Allah amat menyayangi kita. Kalau kita perhati kisah tadi, Kita lihat hamba Allah ini ingin melihat tanda² lain yang Allah cipta. tapi tiada apa yang berlaku, hakikatnya selama ini, tanda² itu sudah pun muncul di matanya tidak kira mana dan waktu.
Sesungguhnya Allah maha mengetahui bahawa kita ini manusia yang tidak pernah puas. Wallahu'Alam, mungkin Allah ingin sangat nak tunjuknya tanda² yang kita inginkan itu. Tapi kerana sayangnya Allah kepada dia kerana bimbang akan keadaannya.
Ingatkah lagi kita kisah nabi Musa yang ingin melihat Allah.
وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُ ۥ رَبُّهُ ۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَۚ قَالَ لَن تَرَٮٰنِى وَلَـٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَڪَانَهُ ۥ فَسَوۡفَ تَرَٮٰنِىۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ ۥ لِلۡجَبَلِ جَعَلَهُ ۥ دَڪًّ۬ا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقً۬اۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبۡحَـٰنَكَ تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَأَنَا۟ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (١٤٣)
Dan ketika Nabi Musa datang pada waktu yang Kami telah tentukan itu dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan) berkata: Wahai Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku (ZatMu Yang Maha Suci) supaya aku dapat melihatMu. Allah berfirman: Engkau tidak sekali-kali akan sanggup melihatKu, tetapi pandanglah ke gunung itu, maka kalau dia tetap berada di tempatnya, nescaya engkau akan dapat melihatKu. Setelah Tuhannya "Tajalla" (menzahirkan kebesaranNya) kepada gunung itu, (maka) "TajalliNya" menjadikan gunung itu hancur lebur dan Nabi Musa pun jatuh pengsan. Setelah dia sedar semula, berkatalah dia: Maha Suci Engkau (wahai Tuhanku), aku bertaubat kepadaMu dan akulah orang yang awal pertama beriman (pada zamanku).
Pada zaman nabi Musa, Nabi Musa ingin sangat melihat Allah, Allah ingin mengakbulkan permintaan nabi Musa tetapi dia bimbang keadaan nabi Musa nanti. Lalu demi tidak mahu mengecewakan nabi kesayangannya. Maka hanya zat sahaja Allah tunjukkan. Turunnya zat Allah sehingga hancur lebur gunung sehingga nabi Musa jatuh pengsan.
Maka dalam kisah ini, Allah hanya turunkan zat dia sahaja sudah mampu hancurkan gunung. Bayangkan Allah muncul dihadapan kita, Subhanallah, Wallahu'Alam.
Maka, bukan Allah tidak mahu menunjukkan tanda² lain depan kita tapi setiap tanda² yang Allah turunkan pasti ada hakikatnya biarpun sebesar zat. Allah itu maha maha penyayang, sayangnya Allah sampai tidak mahu perkara buruk berlaku kepada kita.
Dalam kisah lelaki tadi, demi tidak mahu mengecewakan hamba Allah itu, dengan kuasa Allah, allah buka hatinya dan memberikannya hidayah, dimana selepas membaca ayat seterusnya dalam Al Quran dan melihat kembali langit dan bumi ciptaan Allah. Lalu, islam telah tertanam dalam hatinya. Begitu sayangnya Allah kepada dia.
Cukuplah degan tanda² yang ada dia alam semesta ini, Allah sudah cipta perbagai jenis daripada sehalus ion sehingga sebesar² bintang.
Wallahu'Alam





